Alasan ku

2010
09.17

Sejak SMP saya memang telah mengenal IPB lebih dekat dibandingkan dengan PTN lainnya. Saya mencoba cari-cari informasi mengenai IPB di buku RPUL dan bertanya-tanya kepada orang lain. Letaknya yang berada di daerah pegunungan dan kebetulan tidak jauh dari tempat tinggal saya sekarang–menambah keyakinan saya untuk melanjutkan pendidikan di IPB.

Dahulu memang saya sering sekali mengikuti kakek saya ke kebun. Kakek saya menanam tanaman apa saja yang bisa ditanam di sana, seperti jagung, kacang tanah, pare, sereh, ubi, singkong, timun sui, dll. Saya senang sekali membantu kakek saya di kebun sepulang sekolah. Apalagi ketika panen tiba. Namun, sekarang kebun kakek dan yang lainnya telah digusur karena lahan tersebut hanya dijadikan kebun untuk sementara untuk mengisi kekosongan. Berbagai macam pabrik telah didirikan di atas lahan yang dahulu menjadi kebun kakek dan yang lainnya. Mungkin karena itu-lah saya berkeinginan untuk malanjutkan kakek saya dahulu. Dengan melihat bogor sebagai tempat yang tepat untuk bercocok tanam. Ditambah lagi dengan melihat tayangan-tayangan di televisi mengenai orang-orang sukses di bidang pertanian. Alhamdulillah, keluarga dan rekan-rekan saya mendukung keinginan dan harapan saya untuk ke sana.

Banyak orang-orang besar yang berasal dari IPB seperti presiden RI sekarang yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pertanian, dan juga menteri-menteri lainnya. Hal itu juga menjadi alasan saya ingin masuk ke IPB. Selain itu, banyak orang yang bilang bahwa lulusan IPB bisa bekerja diberbagai bidang keahlian–semakin meyakinkan saya untuk melanjutkan pendidikan di IPB.

Cerita Inspirasi : Anak Kost

2010
09.16

Indra Bachtiar A44100068 C2/216 Laskar 28 Cerita Inspirasi

Seorang siswa lulusan SMA telah diterima di salah satu PTN. Kehidupan semasa SMA-nya bisa terbilang biasa-biasa saja. Namun, dari situ-lah dia bisa memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar dan terus belajar hingga akhirnya diterima di salah satu PTN favorit.

Sebelumnya dia tak pernah melewatkan waktu untuk membaca-baca buku pelajarannya setiap hari. Dia juga adalah seorang yang taat beribadah dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Setelah diterima di PTN favorit dia terpisah dengan mereka dan juga teman-teman dekatnya dahulu. Kehidupan baru harus dia hadapi yaitu menjadi seorang mahasiswa dan harus tinggal jauh dari orang tua.

Dia telah menjadi seorang pemuda. Tinggal di salah satu rumah warga yang menyediakan kost untuk mahasiswa. Kebetulan rumah itu tidak jauh dari tempat kuliahnya. Aktifitas belajar tetap ia lakukan di tempat tinggal barunya. Lingkungan dan masyarakat yang baru sangat berbeda dengan tempat tinggalnya dahulu. Namun, dengan segera ia dapat menyesuaikan diri. Read the rest of this entry »

Awan menyerupai lafadz Allah di Indramayu

2010
09.11

Subhanaallah, Allahu akbar, Allahu akbar.

Tiada kata lain yang terucap tatkala melihat peristiwa seperti ini melainkan mang-agungkan nama-Nya, Allah swt. Bergetar hati ketika menyaksikan secara langsung moment-moment seperti ini. Rasa gelisah menyelimuti hati saya yang melihat peristiwa tersebut dalam perjalanan mudik saya menuju kampung halaman Ayah saya. Read the rest of this entry »

Pulang

2010
09.04

Setelah beberapa lama tinggal di asrama putra TPB IPB(walau hanya 2 minggu sih) akhirnya pulang juga ke rumah orang tua(di tangerang). Mencoba pulang setelah selesai shalat jumat siang kemarin bersama seorang teman saya yang juga seorang RT di lorong saya membawa barang bawaan yang lumayan banyak, yang isinya pakaian dan perlengkapan lain untuk di rumah selam kurang lebih 2 minggu. Seorang teman lain diharapkan lewat dengan mengendarai sepeda motor, karena agar kami lebih segera sampai di Bara. Lagipula jalan untuk kesana lumayan jauh dan agak mendaki yang cukup menguras keringat dan waktu. Akhirnya ada juga salah seorang teman lorong kami mengendarai sepeda motor dan mencoba meminta mengantarkan kami ke tempat tujuan bergantian.

Kamipun melanjutkan perjalanan pulang dengan menaiki angkot kampus dalam, supirnya teriak “ayo, laladon laladon laladon” karena memang itu tempat tujuan yang selanjutnya. Dengan wajah yang lecek, suasana terik siang bolong kami meninggalkan kampus kita tercinta, Institus Pertanian Bogor, kampus kebanggaan.¬†Menikmati cuaca yang agak mulai mendung sambil mengingat-ingat asrama yang telah kami tinggalkan. Jalanan yang longgar mempercepat kami sampai tujuan.

Pindah angkot dengan tergesa-gesa, duduk berimpit-impitan dengan banyak barang bawaan, angkot tidak ingin rugi meski sudah berdesak-desak si supir masih ingin menambah jumlah penumpangnya. Di perjalanan menuju Stasiun Bogor kota Bogor hujan ringan, setelah sampai hujan berhenti sejenak, namun di dalam kereta hujan kembali tujun dengan derasnya. Air hujan pun masuk lebih cepat karena kereta melaju lebih cepat. Penumpang menggeser-geser posisi mereka masing-masing(maklum kereta ekonomi). Stasiun demi stasiun, penumpang demi penumpang bergantian. Saya masih tetap berada di dalam kereta untuk turun di tempat pemberhentian terakhir yaitu stasiun kota. Sebelumnya saya menyempatkan diri utuk membeli bawaan ke rumah, saya membeli buah-buahan, karena banyak buah beserta penjualnya mondar-mandir di dalam kereta. Harganya pun murah.

Teman saya telah turun lebih dahulu. Karena memang dia tinggal di daerah Jakarta. Saya tidak tahu tepatnya dimana, karena baru kenal 2 bulan, dan memang Saya tidak mengetahui Jakarta secara keseluruhan.

Monas telah terlihat dari kejauhan, Saya mencoba menyempatkan diri menengok ke arah luar untuk memperhatikan suasana di stasiun gambir. Ternyata Stasiun Gambir sangat ramai dengan penumpang yang mungkin akan pulang ke kampung halaman mereka di luar Jakarta. Saya bersegera menyiapkan barang bawaan saya karena beberapa menit lagi kareta akan sampai di tempat tujuan saya, Stasiun kota.

Tidak kalah dengan Stasiun Gambir, ternyata di Stasiun Kota juga ramai akan penumpang arus mudik lebaran tahun ini. Saya memperhatikan lingkungan sekitar sejenak. Ada seorang reporter salah satu televisi swasta sedang meliput berita arus mudik di Statiun Kota. Dan mencari diantara sekian banyak orang berlalu-lalang seseorang yang sya kira kenal. Ternyata tidak satu pun ada.

Kemudian Saya melanjutkan perjalanan pulang dengan menaiki bus kota, menunggunya di tempat pemberhentian yaitu halte.

bersambung…

Tes

2010
09.04

Mencoba menulis sebuah kata-kata dalam blog baru ini. Akhirnya bisa juga membuka blog saya.